Sabtu, 30 April 2016

Ibu dan sepatu baru

     Berjalan menapaki jalan setapak,kaki relanajng anak kecil itu mencari ibunya yang mencari kayu bakar, umurnya kira-kira tujuh tahun lebih, kaos birunya sobek di bagian kiri bagian lehernya, tampak keringat di dahi dan sebagian keningnya.
     Hari hampir sore , anak yatim ini, habis mengerjakan pekerjaan rumah dari guru di sekolahnya, sehabis sholat Azar, masih terlihat guratan pena yang tercoret di sela sela tangannya.
      "Ibu..ibu..ibu.." panggil anak itu, dia tahu betul biasanya dimana ibunya berada, ibunya setiap hari mengumpulkan ranting pohon kering untuk dijual kepada tetangga atau ke pasar. Hari itu hujan seharian dari pagi, burung pun masih malas untuk bernyanyi sore itu. "Ibu..ibu..ibu.." teriaknya semakin keras, namun sekian lama dia memanggil tidak terdengar jawaban dari ibu nya.       Nampak cemas dan kebingungan di wajah nya yang masih lugu, dia memutar pulang, dan mulai sedih dan berpikir macam-macam, " kemana ibu ya ?" gumam dia, tidak seperti biasanya ibu seperti ini. Sambil berjalan pulang dia , bergegas pulang. "Mudah-mudahan tidak ada apa-apa dengan ibu." katanya sambil menenangkan hatinya.
      Dia anak kedua ,saudaranya yang menginjak dewasa sudah pergi kira-kira setahun lalu, karena tidak mau dan malu dengan kondisi ibunya,dan entah kini dimana, ayahnya menikah lagi dengan wanita lain disaat dia masih bayi, ibunya yang merawat dia, ketika semuanya pergi, meski kaki ibunya sering sakit karena sakit diabetes dan asam urat yang dideritanya tiga tahun ini.
      Hasil menjual ranting pohon kering tidak seberapa, kadang malah tidak mendapat hasil, atau kayunya basah, kadang ibunya tidak pergi mencari kayu bila kakinya bengkak dan sakit.
      Hari mulai senja, ibu belum juga pulang, si anak mulai was -was dan cemas, menjelang Maghrib, terdengar ketukan pintu. Suara laki - laki terdengar di depan , begitu keras gedoran tangannya, " Deni..Deni,." panggilnya, kemudian Deni keluar, ternyata Pak Lurah yang datang. " Deni ibumu sedang di rumah sakit, dia terjatuh ketika mau membelikan kamu sepatu baru, sekarang sedang di rawat. Dan menangislah Deni.. "Aku ingin melihat Ibu...dimana Ibuku sekarang Pak?" Pak Lurah hanya memberikan sepatu titipan ibunya, " Deni mulai sekarang tinggal di rumah Pak Lurah dulu..Besok baru kita ke rumah sakit."
     Keesokan harinya mereka ke rumah sakit, Ibunya terlihat sedang terbaring lemah, "Ibu...." panggil Deni kepada Ibunya, " Ibu..aku sayang Ibu.." sambil memeluk dan tumpahlah air mata anak kecil dan seorang Ibu dengan segala kasih nya," Kamu jangan bersedih Deni ,Ibu akan segera sembuh dan bekerja lagi, " kata lirih ibunya, " Ibu..aku sangat sayang padamu, kasihmu tiada tara, Engkau rela memberikan semua yang bisa kau beri tanpa setitikpun harap balas, begitu agungnya Engkau Ibu..."

Kamis, 21 April 2016

Raksasa rakus

      Alkisah di jaman kerajaan Hindu, terlahirlah seorang bayi yang lucu. Bayi yang diberi kelebihan, talenta yang luar biasa , dewa memberinya kekuatan bisa menjadi raksasa, ketika ia mau menginjak dewasa.
      Seperti anak umumnya dia juga belajar merangkak, berdiri, mengucap kata, dan banyak hal lainnya. Di usia 6 tahun setelah ibunya meninggal, banyak yang terjadi padanya, dia suka berkelahi, berdebat, berbuat hal hal yang kurang terpuji, karena sifat ini, kemudian dia tumbuh menjadi anak yang arogan, suka berbohong dan pandai menipu, padahal sebelumnya dia adalah anak yang baik , penurut dan menghormati orang lain.
      Hari berganti, minggu berganti, bulan dan tahun berganti, dia menjadi bertambah besar badannya dan tumbuh melebihi saudara kandung nya, di sanalah keanehan mulai terjadi, dia mulai mencoba berkelahi dengan adiknya, mencakar dan menendang kakaknya, hingga mulai menunjukkan kesombongannya.
        Di usia ke 12 dia mulai menjadi raksasa, semua orang keheranan dan kagum dengan badan besarnya, tapi dia  bertingkah, dan menghalalkan semua cara, memukul saudaranya,merampas milik sesamanya,  menghina orang orang yang ada di sekitarnya untuk kenikmatan dia pribadi, Sehingga suatu hari ada yang berdoa agar anak ini menjadi kurus kering dan tidak mempunyai apa-apa. Akhirnya dia ini di dengar dewa, seketika itu juga dewa mendatanginya dan membuat dia kurus , lemah dan tak berdaya.
      Akhirnya anak ini hidup menderita, semua hartanya lenyap, kurus, tak mempunyai harta.

Hargailah orang apapun statusnya, atau kehidupannya, jangan sampai kita menghina orang karena kita lebih kaya atau hebat,atau apapun, semua keadaan bisa berbalik dengan cepat, kita bisa di atas, di tengah tengah atau dibawah.
     

Rabu, 20 April 2016

Kompas kehidupan

      Sambil menunduk , kuperhatikan arah jarum jam ,tak terasa sudah jam sembilan malam lebih, ditemani beberapa orang yang berlalu lalang, menapaki jalan setapak di malam itu,sebagian orang masih sibuk menutup tokonya, sebagian lagi mengepak dan membereskan dagangan serta mulai menarik gerobaknya pulang.
       Malam yang luar biasa indah,bulan malu dibalik bayang awan kelabu, waktu berlalu dengan cepat saat itu, ditemani rintikan hujan yang mulai membasahi sweater abu- abuku, bisikan angin yang mengenai daun kupingku ,menghembuskan nafas kesegaran tiada Tara, begitu menenangkan jiwa ini.
       Lahir di timur , aku melihat sang Surya bersinar, menerangi tanpa jenuh masa kekanakan ku yang tak tergantikan lagi. Di usia remaja aku melihat begitu dahsyat dan kerasnya deburan laut Selatan, yang menggulung tak putus-putus. Ketika dewasa aku liat ketenangan dan indahnya alam ujung kulon ini. Setelah ini , setelah dewasa nanti aku mungkin berharap sang Utara mau menemani tiap langkah hidupku.
        Tiap langkahku aku hanya bisa berdoa dan berusaha , supaya Tuhan selalu menyertainya, seiring manis dan getirnya nada dan symphony lagu kehidupan ini, membuat mata hati kita semakin tajam, arah hidup kita tak akan pernah ada yang tahu, yah "only God knows why the way's gonna be".
        Berbuat yang terbaik dan mainkan rangkaian alunan musik kehidupan ini, semakin lagu indah terdengar, semakin menenangkan jiwa - jiwa yang kehilangan. Ciptakan musik harmonis yang mampu meninabobokan mereka yang gelisah dan resah .

Bisul, telor kodok dan salep itchiol

        "Aduh...aduh..aduh" ,teriak seorang bapak setengah baya ketika duduk di bangku dari kayu , kenapa pak ?" tanya anaknya yang masih kecil, " oh ini nak bisul bapak tambah besar dan sakit rasanya apalagi buat duduk di kursi kayu ini.
        Yah kejadian ini sering kita alami, apalagi bisul ini sangat mengganggu apalagi terkena di daerah sekitar pantat kita. Bisul (bahasa latin : absessus) adalah sekumpulan nanah yang telah terakumulasi di rongga jaringan setelah terinfeksi sesuatu umumnya karena bakteri atau parasit atau benda asing, dan ini merupakan ketahanan dari jaringan untuk menghindari menyebarnya benda asing ke tubuh.
        Bisul dapat menular ke orang lain , karena terjadi pemindahan bakteri ke kulit yang lain, makanya sebaiknya jangan digaruk, umumnya terjadi ke bayi atau anak anak tapi tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa terkena.
        Penanganan biasanya dengan antibiotik ,karena kalau hanya dengan antibiotik tanpa pembedahan juga kurang berhasilapi kadang harus dengan pembedahan ap tapi apabila masih ringan dan belum membesar Anda bisa menggunakan salep icthiol atau telor kodok yang di campur dengan air hangat dan dioleskan 3x sehari.