Berjalan menapaki jalan setapak,kaki relanajng anak kecil itu mencari ibunya yang mencari kayu bakar, umurnya kira-kira tujuh tahun lebih, kaos birunya sobek di bagian kiri bagian lehernya, tampak keringat di dahi dan sebagian keningnya.
Hari hampir sore , anak yatim ini, habis mengerjakan pekerjaan rumah dari guru di sekolahnya, sehabis sholat Azar, masih terlihat guratan pena yang tercoret di sela sela tangannya.
"Ibu..ibu..ibu.." panggil anak itu, dia tahu betul biasanya dimana ibunya berada, ibunya setiap hari mengumpulkan ranting pohon kering untuk dijual kepada tetangga atau ke pasar. Hari itu hujan seharian dari pagi, burung pun masih malas untuk bernyanyi sore itu. "Ibu..ibu..ibu.." teriaknya semakin keras, namun sekian lama dia memanggil tidak terdengar jawaban dari ibu nya. Nampak cemas dan kebingungan di wajah nya yang masih lugu, dia memutar pulang, dan mulai sedih dan berpikir macam-macam, " kemana ibu ya ?" gumam dia, tidak seperti biasanya ibu seperti ini. Sambil berjalan pulang dia , bergegas pulang. "Mudah-mudahan tidak ada apa-apa dengan ibu." katanya sambil menenangkan hatinya.
Dia anak kedua ,saudaranya yang menginjak dewasa sudah pergi kira-kira setahun lalu, karena tidak mau dan malu dengan kondisi ibunya,dan entah kini dimana, ayahnya menikah lagi dengan wanita lain disaat dia masih bayi, ibunya yang merawat dia, ketika semuanya pergi, meski kaki ibunya sering sakit karena sakit diabetes dan asam urat yang dideritanya tiga tahun ini.
Hasil menjual ranting pohon kering tidak seberapa, kadang malah tidak mendapat hasil, atau kayunya basah, kadang ibunya tidak pergi mencari kayu bila kakinya bengkak dan sakit.
Hari mulai senja, ibu belum juga pulang, si anak mulai was -was dan cemas, menjelang Maghrib, terdengar ketukan pintu. Suara laki - laki terdengar di depan , begitu keras gedoran tangannya, " Deni..Deni,." panggilnya, kemudian Deni keluar, ternyata Pak Lurah yang datang. " Deni ibumu sedang di rumah sakit, dia terjatuh ketika mau membelikan kamu sepatu baru, sekarang sedang di rawat. Dan menangislah Deni.. "Aku ingin melihat Ibu...dimana Ibuku sekarang Pak?" Pak Lurah hanya memberikan sepatu titipan ibunya, " Deni mulai sekarang tinggal di rumah Pak Lurah dulu..Besok baru kita ke rumah sakit."
Keesokan harinya mereka ke rumah sakit, Ibunya terlihat sedang terbaring lemah, "Ibu...." panggil Deni kepada Ibunya, " Ibu..aku sayang Ibu.." sambil memeluk dan tumpahlah air mata anak kecil dan seorang Ibu dengan segala kasih nya," Kamu jangan bersedih Deni ,Ibu akan segera sembuh dan bekerja lagi, " kata lirih ibunya, " Ibu..aku sangat sayang padamu, kasihmu tiada tara, Engkau rela memberikan semua yang bisa kau beri tanpa setitikpun harap balas, begitu agungnya Engkau Ibu..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar